1 Agustus '09, gw resmi diterima jadi GTT (Guru Tidak Tetap) di SMU 5, Malang. 3 Agustus '09, hari resmi seharusnya gw mengajar kelas XI, tapi gue tolak, karena gw gak tau apa yang harus gw lakukan. 4 Agustus '09, hari dimana akhirnya gue menemukan keberanian untuk memulai hari menjadi guru.
Gue benar-benar gak pernah berpikir untuk berprofesi menjadi seperti sekarang. Cita-cita gue dulu amat sangat metropolis. Bekerja giat penuh semangat di sebuah advertising agency kenamaan untuk kemudian mempunyai karir yang cemerlang sebagai desainer grafis (karena gue kuliah DKV). Bisa dibilang, cita-cita itu sekarang hilang entah kemana. Oh, gue tau hilang kemana. Ditelan oleh kesadaran, bahwa i'm not into that, that much.
Tiga tahun gue lewati dengan berpuluh-puluh (ok, lebay) profesi. Semuanya selalu meninggalkan kesan dan pelajaran yang mendalam plus kesadaran lebih mendalam lagi. Setiap selesai (baca: quit or di-quit-kan) selalu aja ngerasa kurang sreg kalau harus di ulang lagi di pekerjaan berikutnya.
Mulai dari desainer grafis yang sesuai dengan disiplin ilmu gue sampai dengan aspro teater produksi, semua udah gue jabanin. Sampe yang terakhir gue bekerja di perusahaan Korea menjadi seorang wanita MarComm. Menjadi seorang marketing mungkin keputusan impulsive yang cukup nggak tau diri. Karena ternyata: gue buruk meng-handle klien, gue tidak cekatan, gue susah sekali berkonsentrasi, gue kurang kompetitif, dan banyak lagi yang mengakibatkan gue akhirnya di-kick dari perusahaan jadah itu (oh, sebutan itu lebih karena cara kerja mereka yang membuat gue seperti romusha, bukan krn gw di-kick).
Sebelum akhirnya gue dengan nekat menerima tawaran ini, gue menolak tawaran seorang sahabat yang nawarin untuk kerja lagi di Jakarta. Gue menolak karena gue sadar, gue gak emang gak mau lagi berkutat di hal-hal kayak gitu lagi. Masuk kerja 9-5 (yang malah sering jadi 9-9), berusaha untuk konsen di hal-hal yang tidak lo sukai.
Menerima tawaran guru adalah sesuatu yang baru buat gue. Sangat baru dan hampir gak pernah kepikir sebelumnya. Sekarang, udah berjalan selama 3 bulan, dan belum ada satu hari pun gue menyesali keputusan ini :) (i'm seriously smiling reading this statement). Bukan cuma itu, 2 minggu setelah ngajar, publishing yang pernah gue apply untuk jadi freelance interpreter juga ngasih proyek perdana. Allah udah terlalu baik untuk ngasih semua permintaan gue yang gak pernah gue mohonkan dalam doa tapi selalu gue rapal di hati.
Gue gak berpikir bahwa dengan menjadi guru adalah mulia. Gue cuma berpikir bahwa gue menyukai apa yang sekarang gue kerjakan. Bisa mengoper ilmu yang kita tahu ke orang lain ternyata sangat menyenangkan. Hari pertama ketika akhirnya gue mengucap salam perkenalan di depan kelas, gak ada ragu dan takut. Semua berjalan dengan lancar. It's like I've been doing that my whole life.
Tapi tetap, akan lebih menyenangkan lagi kalau ada seseorang yang bisa gue bagi untuk hal ini. Lhoo?!? Kok curcol!?!?! Ahahahaha...  | halah2..haduh2...hasrat tak tertahankan ya bok... ke gw aja tak cukup??? |
 | gw liat di FB lo galak bener lel ama anak murid :)) eh..galak apa jaim yak?? hahahahaah... |
| |